PERANG DI MULAI : AMERIKA MENGGEMPUR VENEZUELA SETELAH PERJANJIAN KERJA SAMA BILATERAL DAN CHINA DI TEKEN

by : @Aksara-Nusantara

CARACAS – 3 Januari 2026. Amerika membombardir Caracas saat warga masih terlelap, langit ibu kota Venezuela diterangi kilatan ledakan dan raungan pesawat tempur. Serangan yang terjadi pada 3 Januari itu menandai eskalasi paling brutal dalam konflik geopolitik yang selama ini diselimuti retorika diplomasi. Bagi pemerintah Venezuela, ini bukan operasi keamanan—ini adalah agresi terbuka demi minyak dan kekuasaan.

Serangan Amerika terhadap Venezuela tidak pernah berdiri di ruang hampa. Ia lahir dari sejarah panjang perebutan sumber daya, terutama minyak—urat nadi kekuasaan dunia modern. Venezuela dikenal memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, sebuah fakta yang sejak lama menempatkannya dalam radar kepentingan global, terutama Amerika Serikat.

Puncak ketegangan itu meledak pada 3 Januari 2026. Serangan Militer ini menjadi penanda babak baru konflik terbuka, ketika Amerika melancarkan serangan dengan dalih stabilitas, keamanan regional dan pembasmian narkoba. Namun dunia tahu, alasan sesungguhnya jauh lebih dalam yaitu demi penguasaan kekayaan alam Venezuela.

Selama bertahun-tahun, Amerika telah menancapkan pengaruh ekonomi di Venezuela. Bukan hanya minyak, tetapi juga cadangan aspal alam terbesar di dunia di kawasan Orinoco, serta berbagai sumber daya alam lainnya. Melalui kerja sama ekonomi, investasi, dan tekanan politik, Venezuela dijaga agar tetap berada dalam orbit kepentingan Washington. Namun peta kekuasaan berubah ketika Nicolás Maduro memimpin Venezuela.

Di bawah kepemimpinan Maduro, Venezuela membalik arah. Kerja sama ekonomi dan energi yang sebelumnya didominasi Amerika beralih ke China dan mitra strategis non-Barat lainnya. Minyak tak lagi mudah dikuasai, melainkan dijadikan alat kedaulatan Venezuela.

Saat ini Presiden Venezuela Nicolás Maduro menetapkan negara dalam situasi darurat nasional. Militer disiagakan, jalur strategis diamankan, dan rakyat diminta bersatu menghadapi apa yang disebut pemerintah sebagai bentuk agresi imperialis. Pemerintah Venezuela dengan tegas menyatakan:

Amerika tidak akan pernah berhasil merebut kekayaan alam negeri ini”

Dalam pernyataan resmi, Pemerintah Venezuela, menegaskan bahwa minyak, aspal, dan seluruh sumber daya alam Venezuela adalah milik rakyat Venezuela, bukan alat tawar kekuatan asing. Tekanan, sanksi, bahkan serangan militer tidak akan menggoyahkan kedaulatan mereka.

Dan di tengah dentuman ancaman Amerika, Venezuela memilih berdiri tegak—
menjaga tanahnya, menjaga minyaknya, dan mempertahankan haknya untuk menentukan masa depan tanpa dikendalikan oleh siapa pun.

Kabar Terkait