aksaranusantara
Minggu, Februari 1, 2026
  • Login
aksaranusantara
  • Beranda
  • Politik
  • Hukum & HAM
  • Ekonomi & Pariwisata
    • Investasi
    • UMKM
    • Hiburan
    • Life Style
  • Lingkungan & Sosial
  • Pendidikan & Kebudayaan
  • Kesehatan & Olahraga
  • Internasional
  • Sastra & Opini
    • Jurnal
    • Cerita Rakyat
    • Artikel
    • Seni
    • Gosip
  • Advetorial
aksaranusantara
aksaranusantara
  • Beranda
  • Politik
  • Hukum & HAM
  • Ekonomi & Pariwisata
    • Investasi
    • UMKM
    • Hiburan
    • Life Style
  • Lingkungan & Sosial
  • Pendidikan & Kebudayaan
  • Kesehatan & Olahraga
  • Internasional
  • Sastra & Opini
    • Jurnal
    • Cerita Rakyat
    • Artikel
    • Seni
    • Gosip
  • Advetorial
© 2026 - All Rights Reserved. aksara-nusantara.com

Politik

Berita dan analisis terbaru seputar dunia politik, baik nasional maupun internasional. Temukan informasi mendalam tentang kebijakan pemerintah, dinamika partai politik, pemilu, serta isu-isu politik terkini yang memengaruhi kehidupan masyarakat.

Politik

HEPY MANOPO DILANTIK – PARTAI HANURA BANGGAI BANGKIT, KONSOLIDASI LANGSUNG DIGERAKKAN

by : @Aksara-Nusantara 29 Januari 2026
redaksi : @Aksara-Nusantara

Palu, 29-Januari 2026 — Kota Palu menjadi saksi lahirnya semangat baru Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Banggai. Usai resmi dilantik sebagai Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Banggai, Hepy Manopo tidak memilih untuk beristirahat. Dengan tekad kuat, ia langsung menyatakan kesiapan menggerakkan konsolidasi partai secara menyeluruh.

Pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal kebangkitan Hanura Banggai. Hepy Manopo menegaskan bahwa langkah pertama kepemimpinannya adalah menyatukan barisan, memperkuat struktur, dan menyalakan kembali api perjuangan kader hingga ke akar rumput.

“Hanura Banggai harus menjadi rumah besar perjuangan rakyat. Partai yang modern, terbuka, dan memberi ruang bagi siapa saja yang ingin berjuang demi kemakmuran rakyat Banggai,” tegas Hepy Manopo dengan penuh semangat.

Dalam arahannya, Hepy menekankan bahwa politik Hanura Banggai akan berpijak pada kearifan lokal. Nilai-nilai budaya, adat, dan jati diri masyarakat Banggai akan menjadi napas dalam setiap proses pengorganisasian dan kaderisasi partai.

Menurutnya, hanya dengan politik yang membumi dan berakar pada kearifan lokal, Partai Hanura dapat melahirkan kader-kader pejuang yang tulus, berintegritas, dan benar-benar memahami denyut nadi rakyat.

Dengan kepemimpinan baru ini, Hanura Banggai menatap masa depan dengan keyakinan. Konsolidasi digerakkan, barisan dirapatkan, dan semangat perjuangan dinyalakan kembali—demi satu tujuan besar: Mewujudkan kemakmuran rakyat Banggai.

29 Januari 2026 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestWhatsappEmail
Politik

TOKOH MUDA LUWUK NILAI KETUA GERINDRA BANGGAI TIDAK TEGAS TANGANI KASUS DUGAAN PELANGGARAN ETIK ALEGNYA

by : @Aksara-Nusantara 3 November 2025
redaksi : @Aksara-Nusantara

Luwuk, 03 Nov 2025— Tokoh muda Luwuk, Frangki Kaunang, menilai Ketua Partai Gerindra Kabupaten Banggai, Sulianti Murad, tidak menunjukkan ketegasan dalam menyikapi dugaan pelanggaran etik yang melibatkan salah satu anggota legislatif dari Fraksi Gerindra.

Menurut Frangki, sikap diam dan tidak adanya tindakan nyata dari Ketua DPC Gerindra Banggai memperlihatkan lemahnya kepemimpinan serta ketidakmampuan dalam menjalankan amanat AD/ART partai.

“Ketua Gerindra Banggai seharusnya bertindak tegas, bukan membiarkan kasus ini menggantung. AD/ART partai sudah jelas mengatur mekanisme dan sanksi terhadap kader yang diduga melanggar etik,” ujar Frangki Kaunang di Luwuk, Senin (3/11/2025).

Ia menilai, kasus dugaan pelanggaran etik tersebut telah mencoreng marwah partai dan menciptakan preseden buruk bagi citra Gerindra di mata publik. Oleh karena itu, menurutnya, ketua partai yang tidak mampu menegakkan aturan internal sudah seharusnya diganti dengan figur yang lebih berintegritas dan tegas.

“Gerindra butuh pemimpin daerah yang punya nyali dan integritas, bukan hanya menjabat tapi tidak berani menegakkan disiplin partai,” Satu orang kader saja tidak bisa di sikapi dengan tegas, bagaimana dengan urusan masyarakat”. tegasnya.

Frangki juga menambahkan, jika Partai Gerindra ingin tetap dipercaya masyarakat, maka pembenahan di tingkat kepemimpinan daerah harus segera dilakukan.

“Sebaiknya DPP Gerindra segara melakukan pembenahan Partai sampai ke Tingkat Kepemimpinan Daerah” Tambahnya.

Ia mengajak seluruh kader dan simpatisan partai untuk tidak menutup mata terhadap persoalan internal yang bisa merusak citra partai di tingkat akar rumput.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Ketua DPC Gerindra Banggai, Sulianti Murad, terkait pernyataan tersebut.
—

3 November 2025 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestWhatsappEmail
Politik

by : @Aksara-Nusantara 29 Juli 2025
redaksi : @Aksara-Nusantara

LUWUK, 28 Juli 2025 – Skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banggai tahun 2025 menuai kritik tajam dari kalangan aktivis. Pasalnya, dari total APBD sebesar Rp3,2 triliun, hanya sekitar Rp700 miliar yang dialokasikan untuk belanja publik, sementara sisanya—sekitar Rp2,5 triliun lebih diarahkan ke belanja rutin dan operasional pejabat.

Kondisi ini dianggap tidak berpihak kepada rakyat dan jauh dari semangat pembangunan yang inklusif. Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) Sulawesi Tengah, Chaerul Salam, menilai belanja publik seharusnya menjadi tulang punggung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Belanja publik itu penting untuk menstimulus perekonomian daerah, apalagi saat ini inflasi tinggi. Tapi yang terjadi justru belanja rutin lebih mendominasi. Ini harus dikoreksi,” tegas Chaerul.

Ia juga menyoroti sejumlah pos anggaran belanja rutin yang nilainya besar namun dinilai tidak mendesak, seperti perjalanan dinas, konsumsi rapat, hingga pengadaan alat tulis kantor (ATK).

“Cermatilah belanja-belanja rutin yang bukan kewajiban hukum. Seperti perjalanan dinas, makan minum, ATK yang berlebihan itu bisa diefisienkan,” katanya.

Chaerul juga membandingkan situasi ini dengan kondisi pada era kepemimpinan sebelumnya.

“Zaman Pak Ma’mun, APBD cuma Rp800 miliar tapi tidak ada kabar Pemberhentian Honorer. Era Herwin Yatim APBD Rp2,7 triliun bahkan sedang diterpa Covid-19 juga tidak ada PHK Honorer dan Belanja Publik begitu dirasakan oleh rakyat. Sekarang anggaran lebih besar, tapi justru terjadi PHK Honorer dengan alasan tidak ada lagi pos penganggaran. Ini sangat aneh,” tambahnya.

AMPUH Sulteng mendorong agar dalam pembahasan APBD 2026 mendatang, porsi belanja publik bisa ditingkatkan secara signifikan dan diarahkan pada program-program yang menyentuh kebutuhan rakyat secara langsung.

“Kebijakan anggaran adalah wajah dari keberpihakan politik. Jangan sampai anggaran besar hanya untuk memanjakan birokrasi, sementara rakyat menjerit,” tutup Chaerul.

29 Juli 2025 0 comments
2 FacebookTwitterPinterestWhatsappEmail
Politik

MARYONO YUSUF ALIAS RYO TERPILIH SEBAGAI KETUA FORDIM KBK PERIODE 2025–2029

by : @Aksara-Nusantara 14 Juli 2025
redaksi : @Aksara-Nusantara

Banggai – Senin, 14 Juli 2025
Mariono Yusuf, yang akrab disapa Ryo, resmi terpilih sebagai Ketua Forum Dinamika Keluarga Besar Karaton (FORDIM KBK) untuk periode 2025–2029. Pemilihan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan demokratis pada Musyawarah Besar FORDIM KBK yang digelar di Luwuk Gedung Graha Pemda Kabupaten Banggai.

Dalam proses pemilihan yang dihadiri oleh Warga Karaton Banggai dari berbagai Kompleks, Ryo berhasil terpilih secara Aklamasi. Ia menggantikan kepemimpinan sebelumnya yang telah berakhir masa jabatannya tahun ini.

Dalam sambutannya usai terpilih, Ryo menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk membawa FORDIM KBK menjadi forum yang lebih terbuka, aktif, pusat konsolidasi dan mampu menjawab berbagai tantangan keluarga besar Karaton di era modern ini.

“Organ yang usianya sudah 25 Tahun ini, adalah organ yang paling adaptif dengan perubahan era, tidak cukup dari perubahan Nama dan Pondasi dasar dar Generasi Muda Karaton (GMK) menjadi Keluarga Besar Karaton (KBK) kini akan bertransformasi lagi dengan Arah yang lebih adaptif dengan perkembangan era dan zaman, tidak hanya eksklusif juga lebih inklusif” ujar Ryo.

FORDIM KBK sendiri merupakan forum yang mewadahi komunikasi, konsolidasi, dan gerakan kebersamaan dari keluarga besar Karaton Luwuk, baik yang berada di tanah Banggai maupun perantauan. Dalam periode kepemimpinannya, Ryo menegaskan akan fokus pada penguatan pemberdayaan dan pengembangan potensi anak muda Karaton, dan pembentukan sekretariat bersama yang lebih representatif.

Terpilihnya Ryo disambut positif oleh para peserta Mubes. Banyak yang menilai bahwa figur muda seperti Ryo diharapkan mampu membangun erat persaudaraan generasi tua dan muda serta menjadi motor penggerak revitalisasi peran Karaton di tengah masyarakat Kab.Banggai.

Selamat bekerja Ketua Ryo ! Harapan besar kini tertumpu di pundakmu untuk menghidupkan kembali dinamika keluarga besar Karaton yang berdaulat, kuat dalam persatuan.

📝.Aksara-Nusantara.Com

14 Juli 2025 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestWhatsappEmail
Politik

Panda Nababan: Penunjukan Eks Tim Mawar di Bea Cukai Jadi Ujian Integritas Prabowo

by : @Aksara-Nusantara 29 Juni 2025
redaksi : @Aksara-Nusantara

Jakarta – Penunjukan Jaka Budi Utama, mantan anggota Tim Mawar, sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai pertaruhan politik yang besar. Wartawan senior investigatif, Panda Nababan, menilai langkah ini bukan sekadar pemberian jabatan kepada orang dekat, tetapi menjadi beban moral dan tanggung jawab langsung bagi Prabowo.

“Dengan Prabowo menaruh Tim Mawar di institusi strategis seperti Bea Cukai, itu justru jadi beban. Dia terhutang untuk membuktikan bahwa keputusannya tepat,” ujar Panda dalam podcast Keadilan TV.

Bea Cukai dan Godaan “Babani Hepeng”

Panda menyoroti bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah salah satu institusi yang paling rawan korupsi. Ia menyebut istilah Batak “babani hepeng” (mulutnya uang) sebagai gambaran tantangan besar yang dihadapi Jaka Budi.

“Inilah kesempatan emas baginya untuk menebus masa lalu, menunjukkan prestasi, dan membersihkan nama lembaga sekaligus Tim Mawar,” tegas Panda.

Figur Pembanding: Tahir dari Era Orde Baru

Panda mengingatkan pentingnya tolok ukur integritas. Ia mencontohkan sosok Brigjen (Purn) Tahir, mantan Dirjen Bea Cukai di masa Orde Baru, yang dikenal tegas dan berani menolak intervensi elite kekuasaan.

“Pak Tahir menolak permintaan Ali Murtopo dan Benny Murdani. Bahkan, ia secara diam-diam memberi informasi ke saya soal penyelundupan kontainer milik seorang jenderal. Itu mental yang luar biasa,” katanya.

Menurut Panda, jika Jaka Budi gagal menjalankan tugas secara bersih, maka dampaknya akan langsung merusak citra Presiden Prabowo.

“Kalau Jaka Budi gagal, snapshot-nya itu langsung ke Prabowo,” ucapnya.

Prabowo Pernah Klarifikasi Soal Tim Mawar

Dalam diskusi tersebut, Panda juga membagikan pernyataan langsung yang pernah ia dengar dari Prabowo terkait penculikan aktivis 1998.

“Prabowo bilang ke saya, yang melakukan penculikan bukan hanya Tim Mawar. Ada juga institusi lain. Dan semua yang ditangkap Tim Mawar itu, menurut dia, bisa dipertanggungjawabkan—ada yang dikembalikan ke orang tuanya, ada yang dirawat di rumah sakit, semua tercatat,” ungkap Panda.

Meski begitu, ia mengakui bahwa citra Tim Mawar di mata publik tetap menyeramkan, terutama bagi para aktivis era reformasi.

Peluang atau Bumerang Politik

Penunjukan ini, menurut Panda, merupakan bagian dari tantangan lebih besar dalam pemerintahan Prabowo. Ia menilai banyak isu publik dibiarkan liar, termasuk soal akun “Fufu Fafa” hingga polemik ijazah Presiden Joko Widodo.

“Kalau memang ada fitnah, perintahkan cyber untuk periksa. Kalau tidak benar, ya akhiri polemik itu,” desaknya.

Panda menilai Prabowo sebagai sosok yang cukup dekat untuk meminta klarifikasi langsung kepada Jokowi demi meredam berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat.

Penunjukan Jaka Budi, kata Panda, akan menjadi penilaian awal terhadap kemampuan Prabowo membangun pemerintahan yang bersih dan responsif terhadap warisan kontroversial masa lalu.

“Kalau berhasil mereformasi Bea Cukai, itu jadi penebusan. Tapi kalau gagal, tambah rusak lagi nama Tim Mawar,” tutupnya.

Sumber : KeadilanTV

29 Juni 2025 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestWhatsappEmail
Politik

Ridwan Habib: Ancaman Teror dan Oligarki Tak Bahagia Bisa Ganggu Pemerintahan Prabowo

by : @Aksara-Nusantara 29 Juni 2025
redaksi : @Aksara-Nusantara

Jakarta – Analis intelijen dan Direktur Indonesia Intelligence Institute, Ridwan Habib, menilai dua insiden ancaman bom terhadap pesawat Saudi Airlines yang mengangkut jemaah haji asal Indonesia sebagai bentuk teror dengan modus baru yang sarat muatan intelijen.

Dalam diskusi di podcast MadiLok, Ridwan menyebut ancaman itu tidak sekadar kriminal biasa, melainkan bagian dari upaya sistematis untuk menciptakan ketakutan publik.

“Ini jelas teror. Saya meyakini dua peristiwa itu bagian dari operasi intelijen. Modus baru untuk mengganggu ketenangan dalam negeri,” ujarnya.

Ancaman tersebut dikirim via email dan radio berteknologi VPN, dan dilacak berasal dari India. Ridwan menduga kemungkinan besar ini berkaitan dengan konflik geopolitik India–Pakistan yang melibatkan negara ketiga seperti Indonesia dan Arab Saudi. Namun, ia tidak menutup kemungkinan skenario false flag untuk menciptakan friksi internasional.

Oligarki Era Jokowi Dinilai Jadi Potensi Ancaman

Ridwan juga mengangkat potensi ancaman dari dalam negeri, khususnya dari kelompok oligarki yang sebelumnya mendapat keuntungan besar selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo.

“Kelompok bisnis yang dulu diuntungkan bisa jadi sekarang merasa rugi. Mereka punya niat, sumber daya, dan ruang untuk mengganggu stabilitas,” katanya.

Menurutnya, ancaman ini bisa dilakukan melalui dua modus utama:

  1. Serangan Propaganda di Media Sosial – Dengan memanfaatkan platform seperti TikTok, YouTube, dan Snack Video untuk membentuk opini publik negatif terhadap pemerintahan Prabowo.
  2. Operasi Tertutup di Wilayah – Melalui agen lapangan untuk membangun jaringan dan menciptakan titik ketegangan di sejumlah daerah.

Ridwan memperkirakan kelompok ini bisa memanfaatkan jasa intelijen swasta (private intelligence) untuk menjalankan agenda mereka. Ia meyakini lembaga negara sudah menyadari hal ini dan mulai bergerak antisipatif.

Mengintip Dapur Intelijen Istana

Sebagai mantan Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP), Ridwan juga memaparkan bagaimana informasi intelijen dikonsolidasikan di lingkaran istana.

  • Laporan Harian BIN: Dikirim setiap pagi pukul 07.00. Di era Jokowi, laporan diringkas dalam bentuk grafik maksimal lima lembar. Sebelumnya di era SBY, laporan bisa mencapai ratusan halaman. Di era Prabowo, format laporan memadukan teks dan visual.
  • Minimnya Intelligence Sharing: Rivalitas antar lembaga intelijen seperti BIN dan BAIS masih menjadi hambatan, di mana tiap lembaga bekerja sendiri dan tidak berbagi data secara optimal.
  • Penasihat Khusus Presiden: Ridwan juga menyebut adanya figur kepercayaan Presiden, sejak era Jokowi, yang tidak menjabat di lembaga resmi namun berperan sebagai penasihat utama di bidang keamanan. “Orangnya masih ada di kabinet Prabowo sekarang,” katanya.

Ancaman Nyata Bukan dari Internal

Ridwan menilai tim inti pemerintahan Prabowo cukup solid dan loyal, terutama karena banyak diisi orang-orang lama dari pemerintahan sebelumnya. Justru ancaman serius menurutnya datang dari luar—baik asing maupun kelompok domestik yang merasa kepentingannya terganggu akibat pergantian kekuasaan.

“Yang kita hadapi bukan hanya gangguan keamanan biasa, tapi juga potensi sabotase yang terorganisir,” pungkasnya.

29 Juni 2025 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestWhatsappEmail
Politik

Rocky Gerung: Gugatan UU TNI ke MK Wujud Kecemasan Demokratis, Bukan Ancaman

by : @Aksara-Nusantara 29 Juni 2025
redaksi : @Aksara-Nusantara

Jakarta – Pengamat politik dan filsuf publik Rocky Gerung menilai langkah masyarakat sipil menggugat Undang-Undang TNI ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bentuk kegelisahan wajar dalam negara demokrasi. Ia menyayangkan sikap pemerintah dan DPR yang justru mempertanyakan legal standing warga sipil dalam menguji undang-undang tersebut.

“Lucu kalau masyarakat sipil dibilang tidak punya legal standing. Padahal merekalah yang akan terdampak langsung atau tidak langsung dari undang-undang ini,” kata Rocky dalam podcast Akal Sehat bersama Arif, baru-baru ini.

Gugatan judicial review tersebut menyoroti pengesahan UU TNI yang dinilai membuka kembali ruang keterlibatan militer aktif dalam jabatan sipil. Bagi Rocky, hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar tentang arah demokrasi Indonesia ke depan.

Nilai Sipil Harus Diutamakan

Rocky mengingatkan bahwa isu utama dalam demokrasi bukan sekadar civilian supremacy (keunggulan sipil), melainkan supremacy of civilian values—penempatan nilai-nilai sipil di atas nilai militer dalam ruang politik.

“Yang harus unggul adalah nilai-nilai sipil, bukan sekadar orang sipil. Karena orang sipil juga bisa lebih militeristik dari militer sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sejarah Indonesia menunjukkan keterkaitan erat antara rakyat dan TNI sejak masa perjuangan. Namun dalam sistem demokrasi modern, tentara harus kembali menjalankan perannya sebagai profesional dalam kerangka konstitusi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Perlu Partisipasi Bermakna dalam Perumusan UU

Salah satu kritik Rocky terhadap pembentukan UU TNI adalah tidak adanya meaningful participation atau partisipasi publik yang bermakna sebelum undang-undang disahkan. Ia menekankan bahwa regulasi yang lahir tanpa diskusi mendalam berpotensi melemahkan legitimasi hukum itu sendiri.

“Kalau undang-undang disahkan tanpa dialog yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, pasti akan dipersoalkan terus,” tegasnya.

Rocky menyebut bahwa masyarakat sipil berhak dan wajib menyuarakan kekhawatiran atas kemungkinan terjadinya pengulangan masa lalu, di mana militer memiliki peran dominan dalam politik dan menghambat oposisi.

Jangan Respons Gugatan dengan Intimidasi

Rocky mengingatkan semua pihak, terutama dari kalangan militer dan politik, untuk tidak merespons gugatan atau kritik masyarakat sipil dengan nada curiga apalagi intimidatif. Menurutnya, gugatan ke MK adalah bentuk perbincangan konstitusional yang sehat.

“Demokrasi itu justru tumbuh dari pertengkaran argumen. Kalau sudah membidik, jangan ragu. Tapi kalau masih ragu, jangan membidik. Itu prinsip militer. Tapi demokrasi tidak bisa pakai prinsip itu,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya membuka kembali ruang diskusi sipil-militer dalam konteks sejarah dan perkembangan Indonesia hari ini. Buku The Genesis of Power karya almarhum Prof. Salim Said disebut sebagai referensi penting untuk memahami akar relasi militer dan politik sipil di Indonesia.

Momentum Presiden Prabowo Perlu Dijaga

Rocky menilai bahwa gugatan masyarakat sipil bukan bentuk permusuhan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Justru sebaliknya, ia menilai masyarakat sipil sedang berupaya menjaga momentum politik yang tengah dibangun.

“Jangan sampai misi besar Presiden Prabowo dalam membangun perdamaian dunia dan ekonomi yang adil justru terganggu karena isu yang tidak diklarifikasi secara demokratis,” ujarnya.

Ia menutup pernyataan dengan seruan agar masyarakat sipil dan negara membangun ruang percakapan yang setara dan argumentatif. “Jangan alergi terhadap pertanyaan kritis. Justru itulah jantung demokrasi,” kata Rocky.

29 Juni 2025 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestWhatsappEmail
Politik

Feri Amsari: DPR Wajib Tindaklanjuti Usulan Pemakzulan Wapres Gibran

by : @Aksara-Nusantara 29 Juni 2025
redaksi : @Aksara-Nusantara

Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Feri Amsari, menegaskan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memiliki kewajiban konstitusional untuk menindaklanjuti usulan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Usulan tersebut sebelumnya diajukan sejumlah purnawirawan TNI dan menyoroti dugaan pelanggaran yang dinilai serius.

“Secara hukum tata negara, tidak ada alasan bagi DPR untuk mengabaikan surat ini. Jika tidak ditindaklanjuti, itu merupakan dosa politik,” ujar Feri dalam diskusi bersama Abraham Samad di podcast Speak Up.

Menurut Feri, DPR seharusnya memanggil para pengusul untuk mendengar langsung argumentasi mereka secara terbuka di hadapan publik. Langkah ini penting agar masyarakat mengetahui alasan di balik permintaan pemberhentian wapres.

Tiga Indikasi Pelanggaran

Feri merinci tiga poin utama yang dapat menjadi dasar pemakzulan, sesuai Pasal 7B UUD 1945 yang memuat kriteria pelanggaran hukum dan ketidaklayakan sebagai wapres:

  1. Perbuatan Tercela: Feri menyinggung dugaan kepemilikan akun media sosial “Fufu Fafa” dan video lama yang dinilai tidak pantas. Menurutnya, perbuatan ini dapat dikategorikan sebagai perbuatan tercela berdasarkan norma hukum, agama, dan adat.
  2. Kebohongan Publik: Feri menilai penyangkalan Gibran soal kepemilikan akun “Fufu Fafa” setelah menjabat wapres merupakan bentuk kebohongan pejabat negara. Ia membandingkan kasus ini dengan pemakzulan Presiden AS Bill Clinton, yang bukan karena perselingkuhan, melainkan karena berbohong di depan publik.
  3. Cacat Proses Pencalonan: Proses pencalonan Gibran yang dinilai problematik menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) juga menjadi sorotan. Feri menyebut putusan itu memiliki konflik kepentingan yang patut diperiksa.

“Kalau saya yang menyusun usulan, saya akan masukkan pelanggaran hukum melalui kasus di MK, kebohongan publik, dan perbuatan tercela,” ungkapnya.

Tepis Narasi “Satu Paket”

Menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang menyebut pemakzulan harus dilakukan bersamaan antara presiden dan wapres, Feri menilai hal itu keliru. Ia menekankan bahwa UUD 1945 dengan jelas memungkinkan pemakzulan dilakukan terhadap salah satu pihak saja.

“Frasa ‘Presiden dan/atau Wakil Presiden’ dalam konstitusi menunjukkan bahwa keduanya bisa diberhentikan bersama atau secara terpisah. Itu alternatif kumulatif,” jelasnya.

Feri juga mencontohkan pemakzulan Presiden Abdurrahman Wahid yang tidak disertai pemberhentian wapres saat itu, Megawati Soekarnoputri.

Bukan Soal Personal, Tapi Konstitusi

Feri menegaskan bahwa usulan pemakzulan bukan bertujuan menyerang pribadi Gibran. Justru, menurutnya, proses ini penting demi menjaga marwah konstitusi dan memberi kesempatan bagi Gibran untuk menjelaskan serta membersihkan namanya di hadapan publik.

“Ini bukan soal kebencian, tapi soal keteladanan dalam penyelenggaraan negara. Proses ini bisa jadi ruang klarifikasi yang adil bagi Pak Wapres,” katanya.

Feri menutup pernyataannya dengan analogi: “Jalannya sudah ada, tepian sungai terlihat, perahunya ada. Yang belum ada cuma tukang dayungnya – yaitu kemauan politik DPR.”

29 Juni 2025 0 comments
1 FacebookTwitterPinterestWhatsappEmail
Politik

KPU Banggai Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi PSU Pasca Putusan MK

by aksara 27 Juni 2025
redaksi aksara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banggai menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Ulang (PSU) tingkat kabupaten pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banggai Tahun 2024. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, mulai 8 hingga 9 April 2025, di Hotel Estrella Convention Center, Luwuk.

Rapat pleno tersebut merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan pelaksanaan pemungutan suara ulang di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah Kabupaten Banggai. Pelaksanaan PSU dan rekapitulasinya dilakukan guna memastikan proses demokrasi berjalan sesuai asas keadilan, jujur, dan adil.

Pleno dibuka secara resmi dan dihadiri oleh sejumlah pejabat penting. Hadir dalam kesempatan itu Tenaga Ahli KPU RI, Riswanto, yang mewakili KPU Pusat. Ia menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan tahapan PSU yang berjalan dengan tertib dan profesional di tingkat Kabupaten Banggai.

Selain itu, turut hadir staf sekretariat KPU RI, staf sekretariat KPU Provinsi Sulawesi Tengah, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Banggai. Keterlibatan berbagai pihak dalam pleno ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga integritas dan transparansi tahapan pemilu.

Ketua KPU Kabupaten Banggai, dalam keterangannya menyebut bahwa proses rekapitulasi dilakukan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh perwakilan Bawaslu, saksi pasangan calon, serta tamu undangan. “Kami menjalankan amanat konstitusi dengan tetap menjunjung tinggi asas transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.

Selama proses rekapitulasi, panitia membacakan hasil perolehan suara dari masing-masing kecamatan yang menjadi lokasi PSU. Seluruh data dicocokkan dan dikonfirmasi bersama para saksi untuk memastikan tidak ada selisih perhitungan.

Rapat pleno ini menjadi penentu akhir hasil PSU yang akan disampaikan kepada KPU Provinsi dan diumumkan secara resmi. Proses berlangsung kondusif tanpa adanya gangguan yang berarti. Pihak KPU berharap hasil PSU ini dapat diterima oleh semua pihak sebagai keputusan demokratis berdasarkan aturan perundang-undangan.

Dengan berakhirnya proses rekapitulasi tingkat kabupaten, tahapan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Banggai tahun 2024 dinyatakan selesai, khususnya untuk wilayah yang menjalani PSU. Selanjutnya, KPU akan menyampaikan hasil tersebut sesuai prosedur kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti dalam proses penetapan calon terpilih.

27 Juni 2025 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestWhatsappEmail

Sosial Media

Facebook Twitter Instagram Pinterest

Weather

Weather widget You need to fill API key to Customize > General > Extra Options > Weather API Key to get this widget work.

Pos-pos Terbaru

  • HEPY MANOPO DILANTIK – PARTAI HANURA BANGGAI BANGKIT, KONSOLIDASI LANGSUNG DIGERAKKAN
  • PEMERINTAH BANGKEP & KONTRAKTOR BERGERAK CEPAT LAKUKAN MONEV & PERBAIKAN KERUSAKAN TANGGUL KAMBUTOKAN AKIBAT HANTAMAN BANJIR
  • PERANG DI MULAI : AMERIKA MENGGEMPUR VENEZUELA SETELAH PERJANJIAN KERJA SAMA BILATERAL DAN CHINA DI TEKEN
  • PEMERINTAH RI AKAN DENDA KEBUN SAWIT & TAMBANG ILEGAL DI KAWASAN HUTAN HINGGA US$ 8,5 MILIAR
  • WARGA DESA PADANG DESAK INSPEKTORAT BANGGAI USUT DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA DESA MANTAN KADES 2018-2022

© 2026 - All Rights Reserved. aksara-nusantara.com

aksaranusantara
  • Beranda
  • Politik
  • Hukum & HAM
  • Ekonomi & Pariwisata
    • Investasi
    • UMKM
    • Hiburan
    • Life Style
  • Lingkungan & Sosial
  • Pendidikan & Kebudayaan
  • Kesehatan & Olahraga
  • Internasional
  • Sastra & Opini
    • Jurnal
    • Cerita Rakyat
    • Artikel
    • Seni
    • Gosip
  • Advetorial
Sign In

Keep me signed in until I sign out

Forgot your password?

Password Recovery

A new password will be emailed to you.

Have received a new password? Login here