Di bawah langit Oktober yang pernah menyala,
Terdengar gema sumpah dari dada muda bangsa,
Kami bertumpah darah satu, tanah air Indonesia!
Kami berbangsa satu, bangsa Indonesia!
Kami menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia!
Kini, gema itu sayup.
Tenggelam dalam sorak pesta dan cahaya layar,
Perjuangan disulap jadi konten,
Keberanian hanya sebatas caption.
Dulu, Pemuda bersumpah dengan darah dan nyawa,
kini, pemuda bersumpah dengan filter dan gaya.
Dulu, mereka menulis sejarah dengan luka,
kini, kita menulis status dengan tanda suka.
Sumpah Pemuda telah menjadi brand,
Dirayakan tanpa makna, dihafal tanpa rasa.
Bendera dijadikan latar foto,
Tapi lupa pada arti merah dan putihnya.
Woi anak muda,
Jangan khianati sumpah yang memanggil namamu.
Jangan biarkan sejarahmu berubah jadi iklan,
karena bangsa besar mati, bukan karena dijajah,
Tapi karena anak mudanya lupa makna perjuangan.
28 Oktober,
Untuk mereka yang masih berani bersumpah,
Bersumpah dengan perbuatan, bukan sekadar kata.
Selamat Hari Sumpah Pemuda.
——-
Anchu, 28 Oktober 2025.