Luwuk, 03 Nov 2025— Tokoh muda Luwuk, Frangki Kaunang, menilai Ketua Partai Gerindra Kabupaten Banggai, Sulianti Murad, tidak menunjukkan ketegasan dalam menyikapi dugaan pelanggaran etik yang melibatkan salah satu anggota legislatif dari Fraksi Gerindra.
Menurut Frangki, sikap diam dan tidak adanya tindakan nyata dari Ketua DPC Gerindra Banggai memperlihatkan lemahnya kepemimpinan serta ketidakmampuan dalam menjalankan amanat AD/ART partai.
“Ketua Gerindra Banggai seharusnya bertindak tegas, bukan membiarkan kasus ini menggantung. AD/ART partai sudah jelas mengatur mekanisme dan sanksi terhadap kader yang diduga melanggar etik,” ujar Frangki Kaunang di Luwuk, Senin (3/11/2025).
Ia menilai, kasus dugaan pelanggaran etik tersebut telah mencoreng marwah partai dan menciptakan preseden buruk bagi citra Gerindra di mata publik. Oleh karena itu, menurutnya, ketua partai yang tidak mampu menegakkan aturan internal sudah seharusnya diganti dengan figur yang lebih berintegritas dan tegas.
“Gerindra butuh pemimpin daerah yang punya nyali dan integritas, bukan hanya menjabat tapi tidak berani menegakkan disiplin partai,” Satu orang kader saja tidak bisa di sikapi dengan tegas, bagaimana dengan urusan masyarakat”. tegasnya.
Frangki juga menambahkan, jika Partai Gerindra ingin tetap dipercaya masyarakat, maka pembenahan di tingkat kepemimpinan daerah harus segera dilakukan.
“Sebaiknya DPP Gerindra segara melakukan pembenahan Partai sampai ke Tingkat Kepemimpinan Daerah” Tambahnya.
Ia mengajak seluruh kader dan simpatisan partai untuk tidak menutup mata terhadap persoalan internal yang bisa merusak citra partai di tingkat akar rumput.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Ketua DPC Gerindra Banggai, Sulianti Murad, terkait pernyataan tersebut.
—