BANGGAI, 9-Mei-2026 — Riuh suara kartu domino yang saling beradu malam itu bukan hanya menghadirkan suasana pertandingan biasa. Di balik meja-meja permainan, tersimpan tawa, cerita hidup, hingga hangatnya persahabatan yang kembali dipertemukan dalam kegiatan Putaran Persahabatan Domino Bersama DAP (Dandhy Adhi Prabowo), Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah.
Kegiatan yang dihadiri ratusan pecinta domino dari berbagai wilayah di Kabupaten Banggai itu berubah menjadi ruang silaturahmi yang penuh keakraban. Tidak ada sekat jabatan, tidak ada perbedaan status sosial. Semua duduk bersama di satu meja, menikmati kebersamaan yang sederhana namun begitu bermakna.
Bagi sebagian orang, domino mungkin hanya permainan. Namun bagi masyarakat Banggai, domino telah menjadi bagian dari budaya persaudaraan. Dari permainan sederhana itulah lahir banyak hubungan baik, saling mengenal, hingga memperkuat rasa kekeluargaan di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan penuh tekanan.
DAP atau Dandhy Adhi Prabowo menuturkan bahwa kegiatan tersebut sengaja digelar bukan hanya untuk mencari pemenang, tetapi lebih besar dari itu — menjaga hubungan antar masyarakat agar tetap harmonis dan saling menghargai.
“Kadang kita lupa, kebersamaan itu mahal. Hari ini mungkin kita hanya duduk bermain domino, tapi dari meja kecil inilah lahir rasa persaudaraan yang tulus. Saya ingin masyarakat Banggai tetap kompak, tetap saling menjaga, dan tidak mudah terpecah karena perbedaan,” ungkap DAP dengan penuh haru.
Suasana semakin emosional ketika beberapa peserta mengaku bahwa kegiatan seperti ini mampu mengobati kerinduan mereka terhadap suasana kebersamaan yang mulai jarang ditemukan. Ada yang datang hanya untuk bertemu sahabat lama, ada pula yang sekadar ingin menikmati malam penuh kekeluargaan tanpa memandang siapa lawan bermainnya.
Di tengah gemerlap lampu dan suara tawa para pemain, DAP juga menyampaikan pesan menyentuh kepada seluruh pegiat domino di Kabupaten Banggai.
“Jangan jadikan domino hanya tempat mencari kemenangan. Jadikan ini tempat memperpanjang silaturahmi, tempat saling menghargai, dan tempat menjaga hati agar tetap dekat satu sama lain. Karena sejatinya, kemenangan terbesar bukan saat kartu kita bagus, tetapi saat kita masih punya banyak saudara yang mau duduk bersama kita.”
“Saya percaya, masyarakat Banggai adalah masyarakat yang kuat karena persaudaraannya. Selama kita masih bisa tertawa bersama di satu meja, maka tidak ada alasan untuk saling membenci. Mari rawat persahabatan ini, sebab hidup terlalu singkat jika diisi permusuhan.” DAP.
Malam itu, putaran domino bukan hanya meninggalkan cerita tentang permainan, tetapi juga meninggalkan pesan kemanusiaan yang begitu dalam — bahwa persaudaraan selalu lebih penting daripada sekadar kemenangan.