SATU MEJA, SERIBU SAHABAT ; HANGATNYA PERSAUDARAAN DALAM LOMBA DOMINO ANDHIKA AMIR CUP.

by : @Aksara-Nusantara

Luwuk, 1 Mei 2026 ; Di tengah riuh tawa dan denting kartu domino yang saling beradu, sebuah kisah persaudaraan tumbuh begitu hangat. Lomba Domino ANDHIKA AMIR Cup bukan sekadar ajang adu strategi dan keberuntungan, tetapi menjadi ruang pertemuan hati—tempat di mana perbedaan melebur menjadi kebersamaan.

Mengusung tema “Satu Meja, Seribu Sahabat”, kegiatan ini menghadirkan lebih dari sekadar permainan. Setiap meja yang tersusun rapi menjadi saksi lahirnya cerita-cerita baru—tentang persahabatan, tentang tawa yang tulus, hingga tentang pelukan hangat antar sesama pecinta domino.

Andhika Amir, yang saat ini menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Sulawesi Tengah, menyampaikan bahwa lomba ini bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah awal.

“Putaran lomba domino kali ini hanyalah permulaan untuk kita saling mengenal dan bersahabat,” ungkap Andhika dengan penuh harap.

Baginya, domino bukan sekadar permainan rakyat. Di atas meja sederhana itulah, sekat-sekat sosial runtuh, ego mereda, dan manusia kembali pada fitrahnya sebagai makhluk yang saling membutuhkan. Lebih jauh, Andhika berharap bahwa dari setiap putaran kartu yang dimainkan, akan lahir ikatan yang lebih kuat dari sekadar kemenangan.

“Melalui meja domino, saya berharap persaudaraan dan persahabatan kita semua semakin erat,” tambahnya.

Suasana lomba pun terasa berbeda. Tidak hanya dipenuhi semangat kompetisi, tetapi juga nuansa kekeluargaan yang kental. Tawa pecah di setiap sudut, saling sapa menjadi hal biasa, dan tak jarang lawan bermain berubah menjadi kawan baru.

Di balik sederhana permainan ini, tersimpan makna yang begitu dalam—bahwa kebersamaan tidak selalu harus dibangun lewat hal besar. Cukup dengan satu meja, segelas kopi, dan setumpuk kartu domino seribu sahabat bisa tercipta.

Lomba ini menjadi pengingat, bahwa di tengah kesibukan dan perbedaan, masih ada ruang untuk saling mengenal, saling memahami, dan saling menguatkan. Karena pada akhirnya, kemenangan sejati bukanlah tentang siapa yang keluar sebagai juara—melainkan tentang berapa banyak hati yang berhasil dipertemukan dan dipersatukan.

Kabar Terkait